Nak! Inilah Bekal Perjalananmu

Anakku, bukan aku yang memilihmu untuk menjadi anakku. Tetapi Allah-mu lah yang memilihmu untuk terlahir dari rahim ibumu. Dialah Allah yang telah menciptakanmu. Mulanya bertemu setetes air hina, kemudian menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, dan seterusnya sampai kamu bisa menghirup udara dunia ini.

Maka ketahuilah, nak, Dia menciptakanmu agar kamu beribadah kepada-Nya. Tujuan hidupmu adalah untuk mendapat Ridha-Nya. Kamu bisa memasuki pintu keridhaan-Nya apabila kamu memiliki kuncinya. Dan pada kunci tersebut ada geriginya. Bukan sembarang kunci.

Tahukah kamu apa kunci pintu keridhaan-Nya tersebut? Ialah kalimat “Laa ilaaha illallaah”, tiada Sembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah.  Adapun gerigi kunci tersbut adalah:

Pertama, kamu harus menjadikan shalatmu, ibadahmu, hidupmu, dan matimu hanya untuk-Nya. Sekali lagi, hanya untuk-Nya, bukan untuk selain-Nya.  Kedua, semua itu kamu lakukan dengan cara yang benar, terhindar dari apa yang dilarang, serta sebisa mungkin dengan cara yang paling disukai-Nya, seperti yang sudah dicontohkan oleh utusan-Nya, Muhammad Shallu ‘alaih, lahir dan batinnya.

Kamu tidak akan tahu berapa lama kamu akan hidup di dunia ini. Sebagaimana aku juga tidak tahu sampai kapan aku akan membersamaimu di sini. Atau mungkin, saat kamu baca tulisan ini, aku sudah lebih dahulu menghadap Rabbmu. Yang jelas, hidup kita di dunia ini hanya sementara, hanya sekedipan mata bila dibandingkan dengan hari yang akan kita lalui setelah mati.

Maka dari itu, fa’lam annahuu laa ilaaha illallaah. Ilmuilah olehmu bahwa Dialah dan hanya Dialah yang berhak kamu sembah. Kebutuhanmu yang pertama-tama untuk memulai semuanya adalah mereguk ilmu.

Kamu sudah tahu misi hidupmu adalah untuk Ibadah. Maka Ilmuilah Siapa yang akan kamu ibadahi itu. Kenali nama dan sifat-Nya yang Mulia. Ketahui apa saja hak-Nya yang harus kamu tunaikan. Pelajari pesan-pesan-Nya yang tertulis dalam lembaran Quran dan tafakuri apa yang disampaikan semesta alam. Sehingga kamu bisa faham betul dari mana asalmu, untuk apa hidupmu, ke mana kamu akan pergi setelah mati, dan untuk siapa segala sesuatu dalam hidupmu akan kamu persembahkan.

Kemudian, Ilmuilah pula bagaimana cara menjalani hidup. Apa yang Ia perintahkan dan apa yang Ia larang. Apa yang Ia anjurkan dan apa yang sebaiknya kamu hindari. Yakni, dengan mengkaji dan meneladani apa yang dicontohkan oleh seorang utusan-Nya, kekasih-Nya, Muhammad Ibn Abdillah, semoga shalawat serta salam senantiasa menyertainya. Mulai dari bagaimana cara terbaik sejak kamu beranjak dari tempat tidurmu sampai kamu menutup hari. Mulai dari perkara membersihkan diri dari hal yang tidak suci sampai bagaimana cara menata negeri.

Adapun yang tidak kalah penting dari itu, hendaknya kamu ilmui pula bagaimana cara terbaik yang disukai-Nya dalam berinteraksi dengan-Nya, cara terbaik berinteraksi dengan dirimu sendiri, dengan waktu, dengan alam semesta, dengan kehidupan dunia, dengan kepastian hari akhirat, dengan ilmu itu sendiri, serta dengan sesama manusia. Lahir juga batinnya.

Secara keseluruhan, perlu kusampaikan padamu, bahwa ada tiga ilmu yang wajib terus kamu pelajari: Pertama, ilmu yang membuatmu mengenal-Nya. Kedua, ilmu tentang cara menjalani hidup agar kamu tidak terjatuh kepada apa yang tidak disukai dan  dilarang-Nya. Ketiga, ilmu tentang bagaimana etika terbaik dalam berinteraksi dengan-Nya serta bagaimana cara berinteraksi dengan selain-Nya yang disukai-Nya.

Sumber ilmu tersebut adalah Quran, petunjuk hidup yang juga merupakan perkataan-Nya, perkataan Dzat yang paling tahu apa yang kamu butuhkan dalam menjalani kehidupan, perkataan Dzat yang paling mengerti bagaimana agar kamu mendapat kebahagiaan. Juga pada hikmah yang diwariskan utusan-Nya, sebaik baik teladan. Namun kamu tidak bisa mereguk ilmu darinya tanpa bimbingan seorang Guru. Guru yang mengenal Allah, memiliki kepahaman yang dalam dan berkomitmen menjalankan hidup dalam bingkai peraturan-Nya, serta menjaga adab dan mulia akhlaqnya. Guru yang akan terus kamu bersamai dalam hidupmu.

Itulah tiga ilmu yang wajib kamu pelajari dan amalkan di sepanjang hayatmu, dalam bimbingan Guru. Ilmu yang lainnya hanyalah pelengkap dari ketiganya. Namun kamu pun perlu berhati-hati, di samping ada ilmu yang terpuji, ada pula ilmu yang tercela. Kelak kamu akan mengetahuinya.

Nak,

Jika kamu memegang teguh apa yang telah kusampaikan ini, Perjalananmu tidak akan kekurangan bekal, insya Allah. Engkau akan mendapat kebahagiaan, insya Allah.

Semoga Allah memberiku dan membrimu taufiq dan hidayah-Nya.

Allahua’lam…

Depok, 8 September 2016
Kamis Pagi 7.45 WIB
Menuju Bekasi untuk memeriksa tumbuh-kembangmu sore nanti

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s