Pengakuan (14/30)

Di sebuah negeri dongeng, seorang budak diberi hadiah pakaian oleh tuannya yang penuh kasih sayang. Tetapi, apa yang kemudian ia katakan, rasanya, sangatlah kurang pantas. Kepada tuannya ia malah berkata,

“Wahai tuan, aku sudah menerima pemberianmu ini, maka di manakah balasanmu atas upayaku untuk menerima dan memakai pakaian pemberianmu?”

Di dunia nyata, seorang hamba diberikan kenikmatan berupa bisa melakukan kebaikan dan menyeru kepadanya oleh Tuhannya Yang Maha Pemurah. Tetapi, apa yang kemudian ia katakan, kita perlu menakarnya, pantaskah bila kepada Tuhannya ia malah berkata,

“Ya Tuhan, aku sudah menerima kenikmatan dari-Mu berupa kekuatan dan kesempatan untuk bisa beramal baik, maka di manakah balasan-Mu atas upayaku dalam melakukan kebaikan sebagaimana perintah-Mu itu?

Seolah-olah dengan kebaikan yang ia lakukan itu ia telah berjasa kepada Tuhannya. Seolah-olah ia pemilik saham atas kebaikan yang ia lakukan. Padahal, dengan kekuatan dari manakah ia bisa melakukannya? Siapa yang memberinya kesehatan sehingga bisa melakukan berbagai macam kebaikan? Siapa yang telah menyelamatkannya dari beragam kemungkinan musibah dan kecelakaan? Siapa yang telah menyediakan oksigen melimpah yang dengan menghirupnya ia bisa terus hidup dan berbuat kebaikan? Siapa?

***

Duhai Allah, bagaimana hamba menuntut balas atas kebaikan yang bisa hamba lakukan, sementara Engkaulah pemegang saham atasnya? Atas izin dan pertolongan-Mu lah hamba bisa melakukannya. Bagaimana kami menuntut balas, Ya Allah, sementara kami mendapati banyak cacat di dalamnya?

Akan tetapi, bagaimana pula hamba tidak memohon kepada-Mu agar Engkau berkenan menerima amal hamba, sementara Engkau memerintahkan? Hamba hanya meminta sebagaimana kekasih-Mu Ibrahim ‘alaihissalam meminta seba’da membangun ka’bah bersama anaknya:

“Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka anta as-Samii’un ‘Aliim…” (QS. al-Baqarah: 127)

“Duhai Rabb kami, terimalah dari kami (amal kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Duhai Allah, apabila Engkau mengampuni hamba dan menerima amal hamba, maka sungguh Engkau Maha Berkehendak atasnya. Akan tetapi, apabila tidak, kepada siapa lagi hamba harus meminta?

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

One thought on “Pengakuan (14/30)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s