Berlari atau Cukup Berjalan (11/30)

Pekan lalu teman saya Ibnu memposting tulisan ini ke grup whatsapp Bank Ilmu. Menarik. Simak deh…

Berlari atau Cukup Berjalan

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya.

1. Berdzikir (Sholat): perintahnya adalah “Berlarilah!”
“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah: 9)

2. Melakukan Kebaikan: perintahnya adalah “Berlombalah!”
“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah: 148)

3. Meraih Ampunan: perintahnya adalah “Bersegeralah!”
“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…”(QS. Ali Imron: 133)

4. Menuju Allah: perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”
“Maka BERLARILAH DENGAN CEPAT kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat: 50)

5. Menjemput Rizki (Duniawi): perintahnya adalah “Berjalanlah!”
“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu berlari, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan cukup berjalan saja.
Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena berlari mengejar dunia.
Ya Allah, bimbinglah kami…!

📖 #SapaQur’an
👤 Ustadz Herfi G. Faizi, Lc

(Diteruskan dari FB Ustadz Herfi G. Faizi, Lc)

Terkait hal ini saya tertarik sama apa yang dilakukan sama beberapa orang yang saya kenal. Pada awalnya, secara kasat mata saya melihat mereka ini orang yang berbisnis tok, seperti penjemput rezeki pada umumnya. Tapi, ternyata di balik aktivitas menjemput rezekinya itu sebetulnya mereka sedang menyiapkan sesuatu yang gede. Gak sebercanda ngumpulin duit doang. Bahasa kerennya, ada proyek peradaban yang lagi mereka garap dan bisnis mereka adalah penopang garapan mereka tersebut. Pantas saja mereka sebegitu jor-jorannya. Energinya gak ada habis-habisnya kayaknya. Mungkin mereka ini lagi jihad melalui pintu gerbang ekonomi, ya.

Terlepas dari itu, kembali lagi ke poin utama tulisan tadi. Semoga saja setiap aktivitas penjemputan rezeki kita–entah itu sebagai pedagang, pekerja, atau apapun itu–tidak kemudian menggeser akhirat sebagai prioritas utama hidup kita. Jangan sampai menjemput rezeki dunia yang sementara melalaikan kita dari mendapatkan rezeki di akhirat yang kekal selamanya.

 

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s