Lengah (5/30)

Seorang Umar lengah. Kesibukannya di kebun membuatnya terlambat menghadiri shalat berjamaah. Meskipun memang padanya terdapat kemanusiaan manusia, namun Umar tetaplah Umar. Ia menempuh jalan berbeda. Ia mengevaluasi diri. Ia temukan letak kesalahannya begitu juga penyebabnya. Ia menyadarinya dan tidak berkelit darinya. Ia bertaubat dan menghibahkan kebun kurmanya untuk kebermanfaatan sesama. Sebagai hukuman atas kelengahannya.

Begitulah Umar, mengakui kelengahannya sebagai kesalahan, apa adanya, tanpa pewajaran, kemudian menyesalinya dan menebus kesalahannya dengan menghukum diri, untuk memulai berubah.

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s