Ujian Hidup dan Respon Kita

Ujian itu tidak berbahaya, yang berpotensi bahaya itu cara meresponnya yang kurang tepat. Respon yang kurang terarah bisa menambah besar masalah. Menggores luka di atas luka. Nabiyullah Yusuf ‘alaihissalam adalah salah seorang teladan dalam kaitannya dengan bagaimana sebaiknya kita memperlakukan ujian/maslah yang menimpa. Saat ia tertuduh zina, padahal tidak, dan ia dipenjara, Quran mengabadikan perkataannya:

“Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.'” (QS. Yusuf: 33)

Secara zhahir penjara adalah definisi dari segala macam penderitaan, akan tetapi RESPON internal beliau lah yang menyulapnya menjadi sebuah ‘ketentraman’. Adakah ujian tetap dikatakan ujian saat ia justru menambah khusyu’ ruku dan sujud kita? Adakah kesempitan tetap dikatakan kesempitan saat ia justru menambah kelezatan bermunajat kepada-Nya?

Adalah Fudhail bin Iyadh -rahimahullah seorang tabi’in imam masjidil haram, ia mengaudit ketaatan-kemasksiyatan yang ia lakukan saat mendapati ada perubahan sikap pada istrinya, dan tersandungnya kaki binatang tunggangannya.

Qadarullahu wa maa sya-a fa’ala..
Allah telah menakdirkan segala sesuatu,
dan Dia berbuat menurut apa yg Dia kehendaki.
(HR. Muslim)

Semoga kita bisa menghadapi segala macam ujian dengan jantan.
Bisa menggali hikmah terdalam pada setiap ketetapan Allah di sekitar kita

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s