“MOST IDEAS NEVER HAPPEN”

Rasanya banyak sekali ide yang ingin saya jadikan kenyataan. Tapi kapasitas saya untuk mengeksekusi ide-ide tersebut ternyata masih sangat rendah. Payah. Hal ini yang sering membuat saya kecewa dan gereget terhadap diri sendiri. Saya belum tahu pasti apa penyebabnya. Meskipun begitu, belakangan saya sudah coba merenung, setidaknya berikut ini beberapa penyebab yang sudah saya temukan:

1. Tidak mengemas gumpalan ide-ide menjadi tersusun rapi dengan prioritas eksekusinya masing-masing. Sebetulnya beberapa kali dilakukan, hanya saja pengerjaannya tidak konsisten dan berkelanjutan. Kurang disiplin.
2. Mudah terdistraksi, kurang fokus. Baik oleh sosial media, informasi yang sebetulnya tidak perlu, pekerjaan lain, dst.
3. Perfeksionis. Ada teman mengatakan saya ini orangnya detail. Ada pula yang pakai bahasa lain, RIBET. haha. Mungkin itu asalnya dari sikap perfeksionis yang keluar dari batas boleh. Yap, saya termasuk yang percaya mengerjakan sesuatu sebaikmungkin itu wajib hukumnya. Sayangnya, disiplin saya yang naik turun sering kali membuat penyempurnaan ikhtiar tersebut memakan waktu yang jauh lebih lama. Lamban! Setelah selesai memang rasanya memuaskan, tapi sekaligus menyakitkan. Astaghfirullah. T.T

Akhirnya saya pun sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Scott Belsky, pendiri behance.net, “Most ideas never happen.” Hal itu terjadi karena kurangnya disiplin dalam mengeksekusi ide-ide tersebut. Menurut formula sederhananya, sebuah impact merupakan hasil dari faktor perkalian antara ide-kreativitas dengan pengorganisasian/pengeksekusiannya hingga menjadi kenyataan.

Creativity x Organization = Impact
5             x            0         =     0
100         x            0         =     0
50           x            2         =   100!

Krativitas seabrek tidak ada gunanya tanpa ada pengorganisasian-eksekusinya, Bro! So, sepertinya saya harus mulai memilah dan memilih ide mana saja yang bisa direalisasikan segera. Kemudian merencanakan pengeksekusiannya. Dan yang tak kalah penting, saya pun harus mengambil keputusan untuk men-DISIPLIN-kan diri. Disiplin yang konsisten dan kontinu. Melawan pikiran-pikiran buruk yang mengakibatkan excuse berupa penundaan-penundaan dan tindakan payah lainnya.

Sangat bersyukur Allah sudah menunjuki hal ini. Bahwa seorang self-employed dan baru buka usaha kecil-kecilan seperti saya harus punya otot disiplin yang 200-300% lebih kuat. Karena maju mundurnya usaha, pencapaian target, dst, kesemuanya ditentukan sendiri, dikontrol sendiri, terserah apa mau diri (& team, insya Allah). Kalau kata Pak Mario, kedisiplinan itu memang tidak menjamin kesuksesan, tapi tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan. Semoga Allah memberi saya kekuatan. Dialah Yang Mahakuat. Dari dan atas izin-Nya lah kekuatan itu bisa kita dapatkan.

*Cyaaaat!
*kepal tinju

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

2 thoughts on ““MOST IDEAS NEVER HAPPEN””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s