Cuci Piring dan Beres-beres Rumah sebagai Terapi Psikologis Alternatif dalam Penyembuhan Jiwa yang Terguncang

Well, itu bukan judul skripsi atau karya ilmiah. Jadi, mohon maaf kalo di tulisan ini saya tidak share data statistik parameter-parameter yang mempu meredam guncangan jiwa dan seterusnya. Saya hanya mau menyampaikan, bahwa nyuci piring dan bersih-bersih itu punya pengaruh langsung sama atmosfer psikologis loh. Ya, setidaknya ini berlaku bagi saya. Mungkin juga berlaku bagi kamu.

Jadi begini ceritanya.

Kadang saya suka mengalami guncangan jiwa gitu. Gejalanya seperti malas membuat agenda harian, banyak target harian yang tidak tercapai, terlalu mudah tidur, mager alias males gerak, shalat jamaah telat, dan lain-lain. Saya pun akhirnya suka bingung. Kenapa bisa gini ya? Kayaknya kemaren biasa-biasa saja.

Mencari penyebab guncangan jiwanya seringkali malah tak berujung. Baca-baca buku terkait kejiwaan atau mendengarkan rekaman audio/video nasihat pun kadang suka gak ngaruh. Saya pun berkesimpulan, ya jelas saja gak bakal ngaruh. Bersandar kok sama buku atau rekaman audio/video. Yang bisa ngeredam guncangan jiwa ini ya saya sendiri, biidznillah. Harus ada kemauan dari sayanya. Saya pun mikir, harus dari mana memulai semuanya kembali. Saya buatlah rencana ini dan itu. Eksekusinya ternyata gak semudah yang dibayangkan.

Sampai akhirnya tanpa pikir panjang saya lari ke kamar mandi, saya lihat beberapa piring, penggorengan, tempat nasi bekas bocah-bocah yang belum tercuci. Saya cuci deh itu semua sampe kinclong. Tengok kamar. Kurang rapih, saya beresin semuanya.

Saat mencuci dan beres-beres itulah terjadi dialektika dalam kepala saya sendiri. Ada perdebatan sengit di dalamnya. Hasilnya? Saya merasa lebih seger. Lebih semangat buat ngerjain ini itu. Merasa punya nyawa lagi, setelah sebelumnya berasa kayak zombie yang ngikutin apa pengennya hawa nafsu. Semuanya ini tentu atas izin Allah.

Saya tersadar, ternyata kadang-kadang melalui hal seperti inilah Allah memudahkan kita untuk berdialog dengan diri sendiri. Jangan kebanyakan mikir, jangan ngeluh, jangan ngedumel, lakukan sesuatu yang hawa nafsu kita membenci sesuatu tersebut, sehingga hati yang mulanya beku tertutup hawa nafsu, kini kembali mencair.

Jadi, kuncinya ada di situ. Kalau lagi ada guncangan jiwa. Coba lakukan sesuatu yang sangat tidak disukai hawa nafsu. Karena tidaklah sesuatu itu dibenci hawa nafsu, melainkan sesuatu itu baik buat kita. Salah satunya nyuci piring dan beres-beres, misalnya. Karena, saat jiwa terguncang, nyuci piring ama beres-beres tuh rasanya syulit banget.

Alhamdulillah sih, saya punya teman sekontrakan yang pada peduli kebersihan. Setidaknya untuk ukuran anak laki. Makanya kalau kontrakan berantakan dikit aja, pasti saya atau Zain bilang. “kita kayak binatang nih! Haha”. Itulah mengapa kami menyimpulkan kebersihan dan kerapian kontrakan adalah cerminan bersih-rapinya hati dan pikiran. Kalau isi kontrakan berantakan, perabotan belum pada dicuci, itu artinya jiwa-jiwa kami lagi pada terguncang. Hehe.

Jadi kesimpulannya adalah cuci piring dan beres-beres rumah adalah salah satu metode alternatif untuk memancing hadirnya kembali spirit yang hilang. Hal itu terjadi karena saat nyuci piring dan beres-beres, dalam diri kita terjadi mekanisme **perlawanan diri terhadap titah hawa nafsu***. Perlawanan terhadap hawa nafsu inilah yang mengakibatkan adanya kemerdekaan jiwa.

Kemerdekaan jiwa inilah yang menjadikan akal berfungsi baik memilah mana baik mana buruk, mana harus dilakukan mana harus ditinggalkan. Dengannya, gelora yang menggebu dalam jiwa bukanlah gelora ‘fujur’, melainkan gelora ‘taqwa’.

Renungan:

Kita itu sangat mudah di-zombie-kan. Di-zombie-kan itu maksudnya dikendalikan, gerak tanpa kontrol internal diri. Kalo bukan di-zombie-kan oleh kebaikan, pasti kita lagi di-zombie-kan oleh setan dan hawa nafsu.

Mudah-mudahan kita bisa jadi ‘zombie’ yang dikendalikan oleh apa-apa yang dicintai Allah. Kita serahin diri kita total ke Allah, kita ‘jual’ tenaga, waktu, materi, pikiran kita semuanya ke Allah. Dengannya kita gak akan melakukan sesuatu, melainkan itu disukai Allah.

Maaf ya kalau istilahnya aneh. Biar ngena. Hehe.

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

3 thoughts on “Cuci Piring dan Beres-beres Rumah sebagai Terapi Psikologis Alternatif dalam Penyembuhan Jiwa yang Terguncang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s