Latihan Khusyu’, Terapi Hati

image

“Ilmu yang pertama-tama diangkat dari muka bumi adalah ilmu khusyu’.” HR Thabrani dengan sanad hasan

Said Hawwa -rahimahullah- dalam Tazkiyatun Nafs-nya berkata:

“Khusyu’ merupakan manifestasi tertinggi dari sehatnya hati. Jika ilmu khusyu’ telah sirna berarti hati telah rusak. Bila khusyu’ tidak ada berarti hati telah didominasi oleh penyakit-penyakit berbahaya dan keadaan yang buruk, seperti cinta dunia dan persaingan untuk mendapatkannya. Bila hati telah didominasi berbagai penyakit artinya telah kehilangan kecenderungan kepada akhirat. Bila hati sudah sampai pada keadaan ini, maka tidak ada lagi kebaikan bagi kaum muslimin.”

Sebagaimana perkataan Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ketahuilah dalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh tubuh, apabila ia buruk maka burup pula seluruh tubuh. Ketahuilah, ialah hati.” HR. Bukhari & Muslim

Maka hati perlu dilatih. Di antara caranya adalah dengan kiat dari Imam Syafi’i -rahimahullah:

-kurang lebih begini- kalau kita dihadapkan dengan dua pilihan, hendaknya kita pilih pilihan yang paling berat bagi hawa nafsu. Karena tidaklah sesuatu berat bagi hawa nafsu, melainkan ia baik bagi kita.

Di antara indikator keberhasilan latihannya, mungkin tergambar dalam paparan Ibnu Atha’illah -rahimahullah:

-kurang lebih begini- di antara tanda taubat seseorang diterima ialah ketaatan terasa nikmat baginya. Sedangkan kelalaian-kemaksiyatan akan terasa berat dan menyiksanya. Adapun jika yang terjadi adalah yang sebaliknya, yakni kelalaian terasa nikmat dan ketaatan terasa berat lagi menyiksa, maka boleh jadi taubatnya ‘belum diterima’.

Oh ya, salah satu indikator istiqamahnya hati, baiknya hati, adalah terjaganya tutur kata dari hal buruk dan sia-sia.

“Tidak istiqomah iman seseorang sebelum istiqomah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqomah lisannya.” HR Ahmad

Saya pernah bertanya ke ustadz Faris Jihady -hafizhahullah- soal maksud dari istiqamahnya lisan. Beliau bilang yang dimaksud dengan istiqamahnya lisan adalah:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. HR Bukhari

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s