Invisible Inner Power

Image

Bila beban hidup yang sedang kau hadapi terasa seakan bumi beserta isinya ada di atas punggungmu, maka bertahanlah sejenak. Turunkanlah bumi tersebut dari punggungmu, lalu letakkan di hadapanmu, sekarang juga. Tataplah ia, kemudian bertanyalah kepada hati kecilmu:

”jika permasalahan yang ada di hadapanku ini adalah sebuah kekuatan, sementara diriku adalah kekuatan yang lain, maka kekuatan manakah yang lebih kuat? Kekuatan yang manakah yang akan menghancurkan kekuatan yg lainnya?”

Dalam kondisi sperti ini, kejujuran Iman-mu lah yang diuji. Bagaimana kau mempersepsikan hidup ini, bagaimana caramu mempersepsikan masalah-masalah dalam hidupmu, bagaimana kau mengekspresikan Imanmu terhadap kehendak-Nya, akan terlihat pada situasi seperti ini. Apakah benar caramu menyikapinya sudah seperti cara orang beriman dalam bersikap?

Untuk itu, bertanyalah kepada Nuh alaihissalam, apa yang membuatnya terus menyeru manusia kepada Rabb-nya 950 tahun lamanya, padahal ia tahu, tidak banyak kaumnya yang akan mengikutinya?

Sekarang, tanyakan pula kepada hati kecilmu: Apakah engkau beriman kepada Allah dan Qadha-QadarNya? Jika ya, apakah engkau mengimani juga ‘Allah tdk membebani kita sesuatu yang diluar kapasitas kita tuk menanggungnya’?

Yakinlah bahwa dalam dirimu ada kekuatan terpendam yang telah lama tertidur. Maka bangunkanlah ia! Bangunkan dengan Imanmu! Karna hanya itulah cara satu-satunya. Adakah yang tidak mungkin ketika setetes kelemahanmu larut menyatu dengan samudra ke-Maha Perkasa-an Allah?

Ingatlah.. Ini bukan zaman abrahah, bukan pula zamannya fir’aun, yang mukjizatNya bisa datang begitu saja. Rumusnya bagi umat akhir zaman ini adalah ‘Siapa menolong Allah, Allah kan menolongnya & teguhkan kedudukannya’ (Muhammad: 7). Juga ‘tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali ia mengubah dirinya sendiri’.

Ingatlah pula bahwa sebesar apapun ‘dorongan eksternal’, ia tidak akan memberi pengaruh apapun tanpa ‘persetujuanmu’. Ya, karena semuanya bergantung terhadap keputusanmu! Tinggal kau pilih, mau memutuskan sekarang dalam kondisi yang ‘kurang enak’, atau nanti ketika kondisinya ‘sangat kurang enak’.

Tidak ada yang bisa menambah rasa sakit di hatimu, kecuali engkau sendiri yang mengizinkannya. Maka, jawablah dengan hatimu yang tulus. Siapa yang lebih kuat, dirimu atau semua tantanganmu ini? ambilah suatu keputusan sesegera mungkin!

Bersemangatlah teman! Bagaimanapun kondisimu sekarang, tersenyumlah! Karna dalam senyummu ada doa dan harapan, optimisme dan keyakinan terhadap kehendak Rabb-mu.

Bila engkau sulit untuk tersenyum, ambillah secarik kertas dan pulpen. Tulislah titik dua berukuran besar, kemudian tulislah tutup kurung. Lihatlah! Engkau melakukannya!🙂

Selamat datang di harimu yang baru teman! Hari yang belum pernah kau lalui sebelumnya!

: )

#NtMS

Published by

YsGunawan

Interested in art, design, & all about Quran.

One thought on “Invisible Inner Power”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s